22 Desember Buat Mama



22 Desember. Dua angka kembar dalam bulan Desember. Dua angka kembar yang menyiratkan suatu maksud. Dua angka kembar yang meleburkan seluruh perasaan. Dua angka kembar yang senantiasa memiliki berjuta makna disetiap detik dan menitnya. Hari Ibu, begitulah sebutan untuk dua angka kembar dibulan Desember yang membentuk 22 Desember. Hari dimana sosok seorang Ibu dijunjung setinggi-tingginya sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang tak pernah putus. Sosok seorang Ibu yang laksana pelita dalam kegelapan. Sosok seorang Ibu yang laksana setetes embun yang memberikan keyakinan bahwa masih ada kesejukan dikala gersang. Itulah Ibu. Tiga rangkaian huruf yang membentuk kata sederhana. Tiga rangkaian huruf yang memiliki berjuta, bahkan milyaran makna. Selalu ada tawa dibibirnya sebagai pelipur lara. Dan selalu ada senyum dibibirnya sebagai penyemangat hari.
                Untuk Ibu dan seluruh cinta. Mungkin Aku hanyalah seorang anak yang tak istimewa dimata dunia. Tapi dimatamu, Aku ibaratkan emas yang paling berharga bagimu. Aku ibaratkan berlian indah yang engkau miliki. Dan aku ibarat harta yang paling engkau jaga didalam hidupmu. Dimatamu, semua menjadi begitu berati, dibalik bening matamu, aku merupakan sosok yang paling berharga dan begitu engkau jaga dan sayangi. Mungkin dimata semua orang aku ini hanya seorang anak yang tak berarti. Tapi dalam matamu, aku adalah orang yang amat penting bagimu. Seorang yang sangat tabu untuk kau sakiti. Itulah engkau. Penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.
            Untukku dan seluruh cinta untukmu. Mungkin aku bukanlah anak yang baik bagimu, aku bukanlah anak yang selalu berhasil membuatmu tersenyum, dan aku juga bukanlah anak yang memiliki cinta dan kasih sebesar dirimu. Ibu, aku sadar, aku hanya seorang anak yang tak begitu istimewa, aku bukan anak yang memiliki cinta dan kasih sebesar dirimu, yang bisa ku berikan padamu seperti halnya engkau yang memberiku banyak cinta dan kasih. Aku hanya seorang anak yang selalu menyakitimu dengan setiap perkataanku, aku hanya seorang anak yang tak tahu apa itu cinta, kasih, dan pengorbanan. Dan aku belum pantas dikatakan sebagai anak yang membanggakan bagimu. Tapi lihat, kau tak menyerah untuk mengajariku banyak hal. Semuanya. Seluruhnya. Cinta, kasih, pengorbanan dan kekuatan. Kau mengajariku apa itu cinta, apa itu kasih, apa itu pengorbanan, dan apa itu kekuatan. Kau ajarkan semuanya pada anakmu ini, anak yang kau andalkan, anak yang kau banggakan, anak yang kau cintai dan sayangi. Aku. Anak yang kau didik dengan cara terbaikmu hingga menjadikanku seperti sekarang. Kau hebat, Bu. Sangat hebat.
            Ibu. Segenap maaf dariku. Aku hanyalah anak yang belum banyak mengerti, entah mengerti dirimu, cintamu, pengorbananmu, dan kasihmu. Aku hanya anak yang belum bisa kau banggakan, aku hanya anak yang belum bisa kau andalkan. Untuk segalanya, aku hanya ingin bilang maaf untuk segala kekuranganku, maaf atas segala ketidakmengertianku, maaf atas segala kesedihan yang senantiasa ku torehkan dihatimu atas segala sifat dan perangaiku. Maaf untuk segalanya, Bu. Dan maaf atas segala kalimatku yang menyakitimu. Semuanya. Maaf penuh cinta untukmu. Hanya untukmu. Sungguh, hanya dirimu yang memiliki banyak maaf untukku. Anakmu.
            Ibu. Untuk hari ini dan hari setelahnya. Aku hanya ingin kau tahu, begitu banyak cinta yang kau berikan padaku sampai detik ini. Semuanya sangat berarti bagiku, bagi anakmu ini. Tanpamu, aku tak akan tumbuh menjadi seperti sekarang. Tanpamu, aku hanyalah kaleng kosong tanpa isi yang siap diinjak-injak lalu dibuang. Dan karena cintamu, aku menjadi anak yang istimewa, aku jadi anak yang hebat, aku jadi anak yang berguna. Itu semua karena dirimu. Lewat dirimu, Tuhan mengajariku segalanya. Lewat sentuhan lembutmu Tuhan mengajariku apa itu kasih. Dan lewat dekap hangatmu Tuhan menghadirkan cinta di hatiku untuk ku torehkan disetiap inci hatimu. Dan untuk hari ini dan hari esok, esoknya lagh, lusa, bahkan selamanya. Aku hanya ingin bilang bahwa engkaulah yang paling aku cintai, sayangi dan kasihi. Napasku, nadiku, separuh jiwaku, semua itu ku dedikasikan untukmu. Ibuku tercinta.
            22 Desember. Untuk cintamu yang tak pernah padam dan putus. Terima kasih untuk seluruh cintamu, pengorbananmu, dan kekuatan yang kau sematkan dibahuku. Kau mengajariku untuk menjadi anak yang kuat, tegar dan tangguh dalam keadaan apapun. Seperti halnya karang yang kuat dan kokoh tak hancur dihantam ombak. Terima kasih, Ibu. Tuhan, terima kasih atas anugerahmu berupa Ibu dan Ayah yang luar biasa hebat bagiku. Untuk kasih Ayahku yang tak pernah berhenti. Dan untuk cinta Ibuku yang tak pernah putus merangkulku. Terima kasih, Tuhan. Dan dengan segenap cinta dan kekuatan, Aku hanya ingin bilang Selamat Tanggal 22 Desember untuk Ibuku dan seluruh Ibu hebat didunia ini. Kalian yang terbaik sejagat hati kami.

Dari anak yang senantiasa menyayangimu<3

0 komentar:

Posting Komentar