Arti Desember


Arti Desember~
Desember. Fyuh, akhir tahun yang menyenangkan. Itulah Desember. Penuh tawa. Penuh kebahagiaan. Penuh cerita. Bulan terakhir disetiap tahunnya. Bulan yang menurut gue spesial. Bulan yang menurut gue indah. Karena dalam Desember, semuanya melebur jadi satu. Semuanya kelihatan nyenengin. Semuanya.... Indah dimata gue. Dan kenapa gue bilang Desember itu spesial, karena dibulan inilah gue pertama kali lihat yang namanya dunia. Kebesaran Tuhan yang nggak ada tandingannya. Gue lahir dari seorang Ibu yang menurut gue luar biasa tangguh. My Mom My Superhero. Loveyou a lot Mom. Dan sekarang, atas didikan beliau yang menurut gue luar biasa, gue tumbuh jadi anak yang.... Yah, bisa dibilang nggak bengal-bengal banget, hehehe. Dan nggak kerasa, gue udah tujuh belas tahun. Dimana seseorang disebut udah dewasa, udah ngerti banyak hal. Umur emas, katanya. Padahal feeling gue, gue baru aja ninggalin masa kecil gue kemarin. Baru kemarin pagi gue masih dimandiin nyokap. Baru kemarin siang gue masih disuapin nyokap. Dan baru kemarin malam gue masih tidur bareng nyokap. Tapi sekarang? Fyuh, gue udah gede, kata nyokap. Padahal menurut gue, gue masih kecil, masih pengen dimanja, masih pengen diomelin kayak anak kecil, hehe. Pokoknya omelan kayak gitu tu nyenengin. Menurut gue.
Desember. Bulan sederhana. Bulan favorit gue setelah Januari. Kenapa gue suka Januari? Karena Desember-Januari itu bulan istimewa. Bulan penuh kebahagiaan. Dalam Desember, gue ngerayain yang namanya pengurangan umur. Alias ultah. Nah, dalam Januari, gue ngerayain yang namanya pergantian tahun. Double happy. Ultah dan Tahun Baru. Satu paket yan sempurna. Kumpul, ketawa bareng, berbagi kebahagiaan sama orang-orang tercinta. Unsur penting yang ada dibulan Desember. Komplit. Lebih komplit dari bebek goreng H. Slamet favorit gue. *ngawur* **

Desember. Bulan dimana gue banyak bersyukur. Bersyukur karena masih ada umur buat gue. Bersyukur karena nilai raport semesteran yang nggak begitu mengecewakan. Dan bersyukur dibulan spesial gue, gue masih dikelilingin orang-orang yang gue sayangi dan cintai. Terutama Bokap sama Nyokap yang luar biasa. MySister yang super nyebelin tapi lucu. Sahabat-sahabat yang masih setia duduk dan jalan disebelah gue gimanapun keadaan gue. Sempurna. Sampe kadang, gue malu mau minta lebih sama Tuhan. Karena Tuhan udah terlalu baik sama gue. Dia kasih gue orangtua yang baik dan sayang sama gue. Sahabat yang setia mengisi hidup gue, kasih warna disetiap harinya sampai saat ini. Itu semua lebih dari cukup buat gue. Karena cuma kehadiran mereka yang gue butuhin didunia ini. Mereka yang terbaik. Loveyou MyParents. Loveyou MyFriends. And Loveyou MySister. Tanpa kalian, hidup gue hampa, sepi, nggak seru, nggak nyenengin. Tuhan emang Maha Baik, Maha Sempurna. Dia kasih gue
kebahagiaan ditengah-tengah hidup gue. Thanks a lot Allah SWT. **
Desember. Wish for this month. Semoga semuanya selalu berjalan indah sesuai alur yang ditetapkan Tuhan. Selalu ada Desember berikutnya buat gue. Selalu ada Desember menyenangkan yang menyapa gue setiap tahunnya. Akhir tahun adalah kegembiraan tersendiri buat gue. Dan buat gue gimanapun keadaan gue dibulan Desember. Gue tetep happy. Asal ada Nyokap, Bokap, Sahabat-sahabat gue. Gue udah ngerasa Desember gue sempurna. Simple, right?
Desember. No cry and without tears. Meskipun single *ehem, uhuk* gue termasuk dalam jajaran single happy lho, hehe. Kenapa bisa happy? Karena gue selalu anggep, nggak cuma pacar, gebetan atau apalah yang bisa bikin gue happy. Gue bisa happy meskipun tanpa makhluk bernama pacar, wkwkwk. Pacar? Mitos buat gue. *kibasponi #gubrak. Ada hal-hal lebih penting yang mesti gue pikirin selain pacaran. Tetep ye, jangan anggep gue nggak suka cowok. Gue masih suka cowok kok. Swear! Jodoh ada yang ngatur. Dan nggak akan ketuker kayak disinetron-sinetron, wkwk *plak. **
Desember. Sepotong kebahagiaan buat kalian. Secuil kenangan buat hidup gue. Segenggam kisah manis dengan asa tinggi yang kesimpen rapi di otak dan hati gue. Desember. Sebut saja selalu bermakna. Penuh warna. Penuh cinta. Penuh asa yang tak akan pernah putus. Buat gue dan kalian. Dad, Mom, Friends. And All. Dan untuk Allah yang memberi hidup dan napas ini. UntukNya yang Maha Segalanya.

 
Created By: @DeviMrz - Dv Rahma Devi

22 Desember Buat Mama



22 Desember. Dua angka kembar dalam bulan Desember. Dua angka kembar yang menyiratkan suatu maksud. Dua angka kembar yang meleburkan seluruh perasaan. Dua angka kembar yang senantiasa memiliki berjuta makna disetiap detik dan menitnya. Hari Ibu, begitulah sebutan untuk dua angka kembar dibulan Desember yang membentuk 22 Desember. Hari dimana sosok seorang Ibu dijunjung setinggi-tingginya sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang tak pernah putus. Sosok seorang Ibu yang laksana pelita dalam kegelapan. Sosok seorang Ibu yang laksana setetes embun yang memberikan keyakinan bahwa masih ada kesejukan dikala gersang. Itulah Ibu. Tiga rangkaian huruf yang membentuk kata sederhana. Tiga rangkaian huruf yang memiliki berjuta, bahkan milyaran makna. Selalu ada tawa dibibirnya sebagai pelipur lara. Dan selalu ada senyum dibibirnya sebagai penyemangat hari.
                Untuk Ibu dan seluruh cinta. Mungkin Aku hanyalah seorang anak yang tak istimewa dimata dunia. Tapi dimatamu, Aku ibaratkan emas yang paling berharga bagimu. Aku ibaratkan berlian indah yang engkau miliki. Dan aku ibarat harta yang paling engkau jaga didalam hidupmu. Dimatamu, semua menjadi begitu berati, dibalik bening matamu, aku merupakan sosok yang paling berharga dan begitu engkau jaga dan sayangi. Mungkin dimata semua orang aku ini hanya seorang anak yang tak berarti. Tapi dalam matamu, aku adalah orang yang amat penting bagimu. Seorang yang sangat tabu untuk kau sakiti. Itulah engkau. Penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.
            Untukku dan seluruh cinta untukmu. Mungkin aku bukanlah anak yang baik bagimu, aku bukanlah anak yang selalu berhasil membuatmu tersenyum, dan aku juga bukanlah anak yang memiliki cinta dan kasih sebesar dirimu. Ibu, aku sadar, aku hanya seorang anak yang tak begitu istimewa, aku bukan anak yang memiliki cinta dan kasih sebesar dirimu, yang bisa ku berikan padamu seperti halnya engkau yang memberiku banyak cinta dan kasih. Aku hanya seorang anak yang selalu menyakitimu dengan setiap perkataanku, aku hanya seorang anak yang tak tahu apa itu cinta, kasih, dan pengorbanan. Dan aku belum pantas dikatakan sebagai anak yang membanggakan bagimu. Tapi lihat, kau tak menyerah untuk mengajariku banyak hal. Semuanya. Seluruhnya. Cinta, kasih, pengorbanan dan kekuatan. Kau mengajariku apa itu cinta, apa itu kasih, apa itu pengorbanan, dan apa itu kekuatan. Kau ajarkan semuanya pada anakmu ini, anak yang kau andalkan, anak yang kau banggakan, anak yang kau cintai dan sayangi. Aku. Anak yang kau didik dengan cara terbaikmu hingga menjadikanku seperti sekarang. Kau hebat, Bu. Sangat hebat.
            Ibu. Segenap maaf dariku. Aku hanyalah anak yang belum banyak mengerti, entah mengerti dirimu, cintamu, pengorbananmu, dan kasihmu. Aku hanya anak yang belum bisa kau banggakan, aku hanya anak yang belum bisa kau andalkan. Untuk segalanya, aku hanya ingin bilang maaf untuk segala kekuranganku, maaf atas segala ketidakmengertianku, maaf atas segala kesedihan yang senantiasa ku torehkan dihatimu atas segala sifat dan perangaiku. Maaf untuk segalanya, Bu. Dan maaf atas segala kalimatku yang menyakitimu. Semuanya. Maaf penuh cinta untukmu. Hanya untukmu. Sungguh, hanya dirimu yang memiliki banyak maaf untukku. Anakmu.
            Ibu. Untuk hari ini dan hari setelahnya. Aku hanya ingin kau tahu, begitu banyak cinta yang kau berikan padaku sampai detik ini. Semuanya sangat berarti bagiku, bagi anakmu ini. Tanpamu, aku tak akan tumbuh menjadi seperti sekarang. Tanpamu, aku hanyalah kaleng kosong tanpa isi yang siap diinjak-injak lalu dibuang. Dan karena cintamu, aku menjadi anak yang istimewa, aku jadi anak yang hebat, aku jadi anak yang berguna. Itu semua karena dirimu. Lewat dirimu, Tuhan mengajariku segalanya. Lewat sentuhan lembutmu Tuhan mengajariku apa itu kasih. Dan lewat dekap hangatmu Tuhan menghadirkan cinta di hatiku untuk ku torehkan disetiap inci hatimu. Dan untuk hari ini dan hari esok, esoknya lagh, lusa, bahkan selamanya. Aku hanya ingin bilang bahwa engkaulah yang paling aku cintai, sayangi dan kasihi. Napasku, nadiku, separuh jiwaku, semua itu ku dedikasikan untukmu. Ibuku tercinta.
            22 Desember. Untuk cintamu yang tak pernah padam dan putus. Terima kasih untuk seluruh cintamu, pengorbananmu, dan kekuatan yang kau sematkan dibahuku. Kau mengajariku untuk menjadi anak yang kuat, tegar dan tangguh dalam keadaan apapun. Seperti halnya karang yang kuat dan kokoh tak hancur dihantam ombak. Terima kasih, Ibu. Tuhan, terima kasih atas anugerahmu berupa Ibu dan Ayah yang luar biasa hebat bagiku. Untuk kasih Ayahku yang tak pernah berhenti. Dan untuk cinta Ibuku yang tak pernah putus merangkulku. Terima kasih, Tuhan. Dan dengan segenap cinta dan kekuatan, Aku hanya ingin bilang Selamat Tanggal 22 Desember untuk Ibuku dan seluruh Ibu hebat didunia ini. Kalian yang terbaik sejagat hati kami.

Dari anak yang senantiasa menyayangimu<3

25 November Buat Kak Puput

             

              Nofiyanti Putri Wulandari. Ehem, ehem, cek cek, 1 2 3 cek, hehehe *banyakcingcong. Nofiyanti Putri Wulandari. Dipostingan kali ini, gue mau memperkenalkan salah satu sahabat sekaligus Kakak gue didunia maya. Namanya itu tadi Nofiyanti Putri Wulandari, tapi cukup panggil Puput aja, nama akrabnya itu sih. Terserah dia dong, nama-nama dia, ya kan? Nggak usah komentar *abaikan. Kak Puput, panggilan gue ke dia. Awal gue kenal sama dia itu kalau nggak salah akhir tahun 2010, atau nggak awal 2011, gue lupa. Lupa banget, dan please jangan paksa gue buat inget, hiks *plak. Awalnya cuma berawal dari wall-wall-an diFB. Dia ngewall gue dan bilang dia suka sama tulisan-tulisan gue yang sebenernya ancur dan berantakkan kayak hati gue *lho #abaikan. Karena kebetulan gue hobby ngeposting cerpen nggak jelas dinote FB yang tokoh utamanya Mita The Virgin. Idola gue yang Cetar Membahana Angin Topan itu. Kenal, kan? Apa?! Nggak kenal? Gue sumpahin masuk neraka lho *okngawur #lupakan. Dan Kak Puput juga salah satu Virginity senior, cieee udah tua *plak. Nah, dari situ, kita jadi sering ngobrol, ngebahas yang nggak penting, menuh-menuhin Beranda, hehehe. Sampai akhirnya obrolan kita berlanjut via sms. Kak Puput minta nomor handphone gue, dan gue kasih. Dan kita jadi sering smsan. Kayak biasalah, nggak diwall nggak disms, bahan obrolannya pasti nggak penting. Ngejodoh-jodohin Mita sama Wahyulah, ngarepin mereka nikah lah. Ck, padahal jodoh udah ada yang ngatur. Maksa banget kan kesannya? Emaaang, hahaha. Maklum, waktu itu Kak Puput masih SMA, jadi labil gitu. Gue juga sih sama, gue juga anak SMA. Yang ampe sekarang belum lulus-lulus juga #belom waktunya kaleeee. Lanjut ke pokok pembahasan. Ehem, meskipun udah ngobrol via sms. Tapi jangan salah, wall-wall-an kita tetep jalan. Malah nih ya, gue kasih tahu nih, gue sama Kak Puput wall-wall-an nggak jelas gitu. Semacam kayak nulis skenario film, tokohnya siapa lagi kalau bukan Mita, Wahyu, Ikmal, Dara, Iez, dsb. Asli, itu wall-wall-an paling nggak jelas yang pernah gue sama Kak Puput posting. Super gila, stres, sarap, semacam anak sekolahan yang nggak punya PR, Tugas, dsb. Kerjaannya, tiap detik, menit, jam, cuma mantengin FB plus wall-wall-an nggak penting gitu, astagfirullah #mendadak migrain. Bayangin, tuh jempol nggak gempor apa ya mainan handphone melulu. Dan sekarang, jempol gue udah rapuh gara-gara kebanyakan wall-wall-an *lebay. Tapi menurut gue, disitu letak nyenenginnya. Kita jadi tambah deket, kenal satu sama lain. Jadi berasa pernah ketemu dan ngobrol langsung aja gitu. Padahal sampe detik ini kita belum bertatap wajah secara langsung. Gue saranin jangan liat gue langsung, Kak. Jangan deh jangan. Gue pemalu banget, sumpah *plak #abaikan. Sempet ngebanyol, kita nanti kalo ketemu bisa serusuh didunia maya nggak? Hahaha. Gue rasa enggak, pasti canggung. Pasti. *sotoy. Cukup lama wall-wall-an itu berjalan. Berapa lamanya gue lupa, lupa banget. Dan gue ingetin, jangan paksa gue buat inget semua itu, gue nggak bisa #dramabanget. Yang pasti itu wall-wall-an itu lumayan lama sampe ngelewatin empat musim gitu #di Indo cuma ada dua musim kaleee. Sampe akhirnya, wall-wall-an itu berakhir, kita tamatin. Kalau nggak salah, berakhirnya pas Kak Puput mulai sibuk UN. Dan pas dia lulus, kita bener-bener break, dan Kak Puput fokus ke lain hal. Dan sejak saat itu sering ada konflik. Dan sesi itu nggak bakal gue tulis disini. Karena nggak penting, gue benci flashback, hehehe. Yang jelas, komunikasi kita lewat sms lama-lama makin menghilang, wall-wall-an juga cuma begitu aja. Seperlu dan sepentingnya aja. Mungkin kalo twitter kita masih suka ngobrol sampe sekarang, walaupun obrolan nggak penting #skeptis. Karena mungkin kita sama-sama sibuk. Jadi ngobrolnya jarang banget. Intinya kalo ngobrol nggak segila dulu, normal-normal aja kayak yang lain. Mention juga nggak seheboh dulu. Wall-wall-an juga nggak semeriah dulu. Cuma obrolan pendek. Begitulah kita dari awal sampe sekarang. Untuk sesi ini gue anggap selesai, hehehe.

           Nofiyanti Putri Wulandari. Kesan gue buat loe, Kak. Mungkin cuma sedikit, karena gue bukan termasuk dari segelintir orang yang paling paham sama loe. Jadi, gue cuma mau nyampein apa yang ada dimata gue aja. Tentang loe. Dimata gue, loe orang yang asik, nyenengin, selera humornya tinggi, hobby curhat, baik yang pasti. Manja, aaargh gue benci kalo loe lagi manja. Beneran, swear! #jujur. Loe selalu belajar memahami gue, tapi gue nggak pernah belajar memahami loe. Loe hebat, Kak. Sahabat sekaligus Kakak yang baik, pengertian, meskipun kadang nyebelin. Kenal sama loe itu ibaratnya apa ya? Ehm, kejatohan bintang mungkin #hiperbolisbanget. Mungkin kalo gue niat nyari, nggak ada orang yang kayak loe lagi. Buat gue, loe yang terbaik. Seandainya ada yang kayak loe juga, gue yakin nggak akan persis kayak loe. Loe itu, temen yang baik, sahabat yang pengertian, dan Kakak yang penyayang. Gue salut waktu loe berusaha keluar dari dunia yang udah ngerusak loe. Dan loe berhasil. Hebat. Gue bangga. Dan buat gue, loe termasuk orang yang dewasa. Walaupun kadang childish, egois, nggak mau ngalah, pembangkang. Tapi loe tetep ngerti tempat dimana loe berada. Saat loe disini, loe harus gimana. Saat loe disana, loe harus gimana. Loe bisa menyesuaikan keadaan. Meskipun kadang suka nggak ngepas, hehehe. Banyak banget yang nggak bisa gue ungkapin semuanya tentang loe, Kak. Semuanya rapi diotak gue. Tapi nggak bisa gue tulis disini. Udah terlalu banyak moment yang kita lewatin bareng. Entah suka atau duka. Semuanya rapi serapi rapinya, wkwkwk. Dan.... Intinya, loe tetep sahabat dan kakak yang hebat, muehehe.


            
          25 November. Tanggal spesial kan buat loe? Tanggal dimana loe lahir kedunia. Dan tahun ini, loe masih ketemu sama tanggal dan bulan itu. Bersyukur. Mungkin ini kado pertama dari gue, biasanya kan cuma ngucapin Happy Birthday via sms, twitter, dsb. Sekarang, lewat akun gue yang satu ini, akun kesayangan gue banget, hehe. Hadiah yang loe mau, hadiah yang sederhana. Gue nulisnya sepenuh hati lho, hahahaha. Jadi, selamat tanggal 25 November. Semoga diumur yang baru, loe bisa jadi manusia yang lebih baik. Jadi Kak Puput yang apa adanya dan nggak neko-neko. Selalu bersyukur untuk setiap hal yang loe terima. Yang kecil atau besar. Makin jadi cewek yang kuat, nggak cengeng, nggak childish. Makin sayang keluarga. Karena tanpa support mereka, loe nggak akan bisa sampe kayak sekarang. Keluarga itu diatas segala-galanya. Pokoknya, apapun yang loe dapet, loe kudu wajib bersyukur. Dan semoga bakal ada lagi tanggal 25 November berikutnya buat loe. Dan ditanggal ini, gue cuma bisa nulis ini buat loe. Semoga bermakna, meskipun cuma tulisan nggak jelas, hiks #abaikan. Maaf banget kalo tulisannya ancur parah. Gue cuma bisa kasih ini, bukan hadiah mahal, bukan hadiah istimewa, bukan hadiah yang luar biasa. Tapi gue yakin loe suka, iya kan? Iya ajalah, please. Biar gue seneng #mukamelas. Suka kan? Ok, terima kasih, hehehe. Gue seneng dengernya, #dengerapa?! *plak.

Untuk hari ini dan hari berikutnya. Didunia ini, nggak ada yang lebih berharga dibandingkan semua orang yang menyayangi loe. Hargai mereka, pahami mereka, bahagiakan mereka yang telah membuat loe tersenyum setiap harinya dengan sikap menyenangkan loe. Disitulah, loe bakal sadar arti penting seorang teman, sahabat, keluarga, saudara yang nggak pernah berhenti ada disamping loe. Mereka hadir untuk loe syukuri. Mereka hadir untuk loe ajak ketawa dan nangis bareng sama loe. Dan mereka hadir untuk memahami loe. Untuk segalanya, dan untuk hari ini. Selamat tanggal 25 November. Nofiyanti Putri Wulandari. Semoga tetap jadi yang terbaik.


Your Sister, 


@DeviMrz - Dv Rahma Devi.

Things


         
          Banyak hal yang ngajarin gue buat belajar dewasa, banyak banget, sampe kadang gue nggak bisa ngendaliin emosi, pikiran, sama perasaan gue. Salah satu hal itu adalah ‘’Kehilangan’’. Kehilangan ngajarin gue banyak hal, salah satunya adalah gue harus bisa jadi orang yang ikhlas, menerima semuanya dengan hati lapang, itu yang gue dapet dari setiap kehilangan, kedengerannya emang lebay, tapi itulah gue, gue nggak bisa nyepelein hal yang namanya kehilangan, mulai dari kehilangan sepele. Gue belajar buat nerima kehilangan sepele, karena kalo gue nggak bisa nerima kehilangan sepele, gue nggak akan pernah bisa ngadepin kehilangan terbesar nantinya. Arti kehilangan buat gue pribadi itu adalah sesuatu yang kita punya nggak akan pernah jadi milik kita selama kita mau, enggak gitu, bro. kehilangan itu hal yang emang kadang nyakitin, ngecewain, bikin frustrasi, tapi disitulah kita belajar arti nerima dengan ikhlas dan lapang dada. Itu arti kehilangan buat gue. And How about you?
            Hal yang kedua adalah ‘’Rasa Tidak Suka Dari Orang Lain’’ yang kita dapetin dimana pun kita ada, disekolah, kampus, kantor atau disekitar rumah. Rasa benci yang orang lain tanem didalam diri mereka terhadap kita ngajarin kita untuk jadi orang yang sabar, mencoba memperbaiki diri. Nggak usah lah terlalu nanggepin apa kata orang, mereka mau bilang apa aja terserah mereka, toh kita belum tentu sesuai dengan apa yang mereka bilang, kan? Berpikir positif itu lebih baik, meskipun emang kadang susah, gue juga gitu, suka emosi sendiri kalo ada yang rese sama hidup gue, ckck. Rasa benci dari seseorang ngajarin kita buat nggak jadi manusia yang nggak ngerti apa itu perbedaan, ketidaksukaan orang lain ke kita jadiin tolak ukur buat ngebuktiin ke mereke kalo kita bisa lebih baik daripada mereka, why not? Setiap orang kan berhak ngatur jalan hidupnya sendiri. Mulai sekarang belajar urus dulu diri sendiri, jangan ngurusin oranglah kalo diri sendiri aja belum bisa dikatakan lebih baik daripada orang yang dicemo’ohnya. Be simple person ajalah biar lebih enak. Kalo saran gue nih ya buat orang-orang yang suka ngomentarin hidup orang kalo loe pada nggak tahu dan nggak ngerti apa-apa mending diem aja, itu lebih baik, darpada komentar melulu tapi nggak tahu apa-apa, sayang energy loe cuma kebuang percuma buat ngurusin hidup orang lain. Termasuk buat orang yang suka komentar tentang hidup gue. Gue diem, tapi bukan berarti gue takut, gue diem karena gue nggak mau jenis diri gue sama kayak loe semua, hahaha.
            Hal berikutnya mengenai ‘’Dendam’’,coba belajar untuk nggak nyimpen dendam ke orang yang pernah nyakitin hati loe, karena kalo loe nyimpen dendam, hidup loe nggak bakal maju, disitu-situ aja, mau ketinggalan jauh sama orang yang hidupnya nggak punya dendam? Dendam ngajarin gue buat nerima setiap kesalahan orang lain ke gue, toh gue juga pasti pernah salah, pernah khilaf, pernah salah melakukan sesuatu. Dendam ngajarin gue buat jadi manusia yang pemaaf, nerima kekurangan orang, karena gue pasti punya kekurangan. Nerima semua kesalahan semua orang ke gue tanpa menjudge sidikitpun tentang itu. That better than Judge. Coba deh belajar untuk nggak dendam sama setiap ucapan, perbuatan yang nyakitin dari orang lain. Disitu loe akan ngerti apa itu memaafkan.
            Next, ada hal lain yang juga yang ngajarin gue buat belajar dewasa, ehm ‘’Perpisahan’’ , perpisahan ngajarin gue kalau kebersamaan itu bener-bener penting, nggak ada pertemuan yang mengecewakan, semua udah diatur Tuhan, kita tinggal nerima dan jalanin sebaik mungkin. Simple. Perpisahan ngajarin gue arti saling berbagi dikala kita pernah sama-sama, perpisahan ngajarin gue sabar, nerima, dan belajar terbiasa dengan apa yang akan kita dapet dari perpisahan. Pernah denger kan “Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan” itu yang bikin gue ngerti, setiap hal yang ada sama kita nggak akan selamanya terus ada sama kita, ada masa dimana kita harus pindah dari posisi kita berdiri ke posisi ke yang lebih baik lagi, meskipun itu harus ninggalin semua orang terkasih. Perpisahan itu hal yang paling susah buat dilakuin,gue juga bingung kenpa bisa begitu, ckck. Intinya gini, ambil hikmah dari setiap perpisahan, Tuhan nggak jahat kalau Dia misahin kita sama orang-orang yang kita sayangi, tapi Tuhan lagi ngajarin kita untuk jadi manusia yang kuat dalam keadaan apapun.
            And than, hal yang lain adalah “Jatuh Cinta”, hehehe kedengerannya aneh ye? Wkwkw. Tapi menurut gue emang bener, jatuh cinta ngajari gue buat jadi manusia yang kuat, karena kalau kagi jatuh cinta itu banyak banget yang bikin emosi naik, apalagi kalau orang yang kita taksir punya pacar atau gebetan. Makin susah aja kan PDKT nya, wkwkwk. jatuh cinta ngajarin gue banyak hal, salah satunya adalah arti seseorang buat hidup kita, ngajarin gue arti penting dari sebuah cinta, jayus ya kedengerannya, tapi emang begitu. Jatuh cinta bikin gue ngerti, cinta nggak pernah pandang bulu, kasta, ataupun derajat setiap manusia. Cinta ya cinta, mau gimanapun tetep cinta, ya kan? Jadi jangan ngejudge orang yang lagi jatuh cinta, karena kalau begitu, bisa bikin rasa cinta seseorang terhadap lawan jenisnya berkurang, gue udah buktiin, wkwkwk. Jatuh cinta bikin gue ngerti, ketidaksempurnaan bisa menjadi sempurna kalau kita bisa saling melengkapi ketidaksempurnaan itu satu sama lain. Simple tapi terkadang rumit. Itulah jatuh cinta.
                              
            Banyak hal yang nggak loe sadari ternyata bisa bikin loe belajar banyak hal tentang hidup, belajar jadi manusia yang dewasa, kuat, tegar, dan nggak cengeng. Yang gue tulis itu sih definisi gue sendiri, suka atau nggaknya bukan urusan gue, komentar boleh asal yang membangun, gue nggak terima judge dalam bentuk apapun. Setiap manusia punya kekurangan, dan kemampuannya juga terbatas, jadi jangan nuntut kesempurnaan, hehehe. Tulisan ini bakal sempurna kalo loe semua bisa sadar dan ngerti, nggak semua yang loe mau bisa loe dapet, nggak semua hal negative itu buruk. Think smart ajalah, biar enjoy hidupnya. Simple person, simple life, and simple think.

Created By: Devy Rahma - @DeviMrz – Dv Rahma Devi – devy.rahmawati2 (Skype)