Kalo
ditanya siapa yang paling kecewa atas semua ini, ya Cuma aku. Kenapa aku?
Buatku, kalian seperti keluarga keduaku, keluarga yang aku cintai dan sayangi,
keluarga yang aku hormati dan segani. Yah, mungkin kedengarannya lebay, buat
apa sih sampai segininya? Mereka Cuma ada didunia maya, nggak ada dikehidupan
nyatamu, Dep. Tapi boleh aku jujur? Aku tidak hanya menganaggap kalian semu,
maya, atau apalah. Tapi kalian nyata, baiklah, kalian memang tak nyata didepan
mataku, tapi kehadiran kalian nyata, sangat nyata. Nyata di jiwaku. Percaya atau
tidak, itu menurut pandanganku.
Arti
kalian buatku, simple aja, kalian menyenangkan, sangat menyenangkan, hadirnya
kalian seperti memberitahuku bahwa aku bisa punya kakak-kakak yang baik, yang
menyayangiku, mendengarkanku, menyemangatiku, meskipun terkadang
mengecewakanku. Dan sebenarnya bingung harus bicara apa lagi untuk keadaan ini.
Keadaan yang mengecewakan, keadaan yang seakan memaksaku untuk meninggalkan
kalian, menjalani hidupku dan membiarkan kalian asik dengan dunia kalian
masing-masing. Aku sudah capek bertahan, aku sudah tak bisa lagi ada
diposisiku, dan aku sudah tidak mungkin bisa lagi ada diantara kalian. Kenapa? Karena
aku ingin kalian bahagia dengan dunia nyata kalian, berjalan dijalan pilihan
kalian, tanpa perlu memaksa otak kalian mengingatku. Simple. Aku hanya ingin
menata duniaku, mencapai tujuanku, mencapai cita-citaku. Sama seperti kalian
yang pasti punya tujuan.
Kalau
aku bole jujur, aku ingin kalian tahu, banyak hal yang aku dapatkan selama
mengenal kalian, berada diantara kalian selama beberapa tahun, salah satunya
adalah kebersamaan. Bersama kalian aku tahu arti sebua jarak, aku tahu bahwa
tak selamanya jarak itu menghambat sebuah ikatan persaudaraan.
Tapi
aku kecewa. Kenapa? Karena keadaan menyebalkan seperti ini, mengharuskanku
meninggalkan kalian. Kalian yang mulai asik dengan dunia kalian sendiri, kalian
yang mulai berhasil menemukan jalan untuk keluar dari semua kebersamaan
bertahun-tahun ini. Dan kalian yang mulai meninggalkan semuanya dengan cara
kalian sendiri. Aku tahu, tak ada yang abadi didunia ini, apalagi dunia maya. Aku
sudah paham sebelumnya, ada saatnya kebersamaan kita harus berakhir, musnah
tanpa sisa. Seakan-akan tak ada lagi celah untuk menata semuanya. Aku tidak
menyesal, aku hanya kecewa. Sangat kecewa. Untuk apa kalian hadir jika hanya
untuk pergi?
Aku
tidak marah dengan keadaan ini, aku hanya merenung. Aku berpikir, bagaimana
caranya mengembalikan kalian seperti dulu lagi? Masih bisakah? Atau sudah tidak
bisa sama sekali? Aku paham, aku mengerti, dan aku tahu, kalian punya jalan
kalian sendiri, kalian punya tujuan kalian sendiri. Tapi bisakah kalian
mengerti?
Bagian
terakhir dalam hal ini. Setelah ini aku tak akan bicara lagi mengenai kalian. Aku
selalu dan akan terus menganggap kalian seperti keluargaku, orang-orang yang
aku syangi dan aku cintai. Aku tak ingin tahu apa anggapan kalian terhadapku. Cukup
kalian dan Tuhan yang tahu. Dan untuk keadaan ini, akulah orang yang paling kecewa
dan merasa kehilangan kalian. Tapi, aku sudah tak bisa lagi bertahan pada
tempat yang tidak kokoh lagi. Aku hanya ingin mempertahankan apa yang
seharusnya aku pertahankan. Bukan mempertahankan apa yang tak bisa lagi
dipertahankan. Sukses untuk kalian. Loveyou.